YWYayasan Yayasan Pendidikan WaskitoSD · SMP · SMA · SMK
Kembali ke Berita
Berita Umum

Bhinneka Fair 2025: Cerdas Cinta Nusantara

Yayasan Yayasan Pendidikan Waskito2 Oktober 2026
Bhinneka Fair 2025: Cerdas Cinta Nusantara
Bhinneka Fair 2025: Cerdas Cinta Nusantara Bhinneka Fair 2025 merupakan kegiatan kokurikuler, di jenjang Sekolah Menengah Atas, yang melibatkan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris Tingkat Lanjut, Matematika, Sejarah, Prakarya dan Kewirausahaan, Pendidikan Pancasila, dan Seni Budaya. Kegiatan ini dirancang dalam bentuk, seminar, pameran kebudayaan dan karnaval kebudayaan, yang tidak hanya memadukan aspek akademik, tetapi juga menyemarakkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan sekolah. Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk pembelajaran kolaboratif lintas disiplin yang melibatkan berbagai mata pelajaran, seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Sejarah, Pendidikan Pancasila, Prakarya dan Kewirausahaan, Seni Budaya, serta Matematika. Melalui pendekatan tematik dan kontekstual, siswa diajak untuk memahami serta mengapresiasi keberagaman budaya Indonesia dengan cara yang menyenangkan, kreatif, dan bermakna. Bhineka Fair 2025 yang bertema "Cerdas Cinta Nusantara" dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, di antaranya: Karnaval, pameran, market day, pembuatan podcast, dan video recap. Pembagian kelompok tersebut berdasarkan masing-masing kelas yang sudah mendapatkan undian nama provinsi. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 19-21 September 2025 dengan melibatkan seluruh peserta didik dari kelas X, XI, dan XII. Tahapan pertama dari kegiatan ini dimulai dengan melaksanakan seminar dan mendatangkan narasumber dari Kedutaan Besar Ukraina-Jakarta yaitu Ibu Cornelia Petrabella, S.Hum, M.Sc sebagai praktisi hubungan luar negeri dan Ibu Yulis Mykulich, B.A., M.A. sebagai koordinator fungsi diplomasi publik dan media Kedutaan Besar Ukraina-Jakarta. Selanjutnya, masing-masing kelas bertugas untuk mengeksplorasi dan memperkenalkan budaya khas dari provinsi yang mereka dapatkan, mulai dari kuliner, pakaian adat, seni, hingga adat istiadatnya. Bhinneka Fair yang dilaksanakan secara langsung di hari yang sudah ditentukan terdiri dari tiga kegiatan utama yang terlaksana dengan meriah dan penuh semangat, di antaranya yaitu: Market Day – Menjual Makanan Khas Daerah Kegiatan pertama dalam Bhinneka Fair adalah market day, di mana setiap kelompok menjual makanan khas dari provinsi yang mereka wakili. Stand-stand makanan disulap menyerupai pasar tradisional, lengkap dengan hiasan dan ornamen khas daerah. Selain belajar memasak dan menjual, siswa juga belajar tentang nilai-nilai ekonomi kreatif dan kewirausahaan. Pameran Budaya – Mengenal Kekayaan Budaya Indonesia Selanjutnya adalah pameran budaya, di mana setiap kelompok menampilkan hasil riset dan kreativitas mereka dalam mengenalkan budaya provinsi yang dipilih. Pameran ini mencakup: * Miniatur rumah adat * Alat musik tradisional * Alat kesenian * Sejarah dan tokoh terkenal dari daerah tersebut Melalui pameran ini, siswa tak hanya menjadi peserta, tetapi juga menjadi "duta budaya kecil" yang menyampaikan kekayaan negeri ini kepada teman-teman lainnya. Karnaval Budaya – Parade Warna-Warni Nusantara Puncak acara Bhinneka Fair adalah karnaval budaya, sebuah parade yang penuh warna dan semangat. Setiap kelompok berjalan mengenakan pakaian adat, baju khas, atau atribut-atribut yang menjadi ciri khas dari provinsi mereka. Suasana menjadi sangat meriah dengan iringan musik daerah dan sorakan penonton yang antusias. Karnaval ini menjadi simbol nyata dari slogan "Bhinneka Tunggal Ika" yaitu berbeda-beda tetapi tetap satu. Meskipun berasal dari latar belakang provinsi yang berbeda, seluruh siswa bersatu dalam satu semangat kebangsaan. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta suasana belajar yang lebih hidup, kontekstual, dan inspiratif, serta membangun ekosistem sekolah yang merayakan keberagaman sebagai kekuatan bangsa. Bhinneka Fair 2025 menjadi momen berharga bagi peserta didik untuk memahami bahwa menjadi “cerdas” juga berarti mencintai dan menghargai tanah air dalam segala bentuknya—bahasa, makanan, pakaian, hingga nilai-nilai budayanya.